Daftar Pustaka

Daftar pustaka

http://duniakeperawatan.wordpress.com/2009/02/27/apa-itu-perawat/ (diakses tanggal 5 Desember 2010)

http://sweet-intruder.blogspot.com/2009/05/perawat-islami.html/ (diakses tanggal 1 November 2010)

http://nersreligion.blogspot.com/2009/12/materi_14.html/ (diakses tanggal 1 November 2010)

http://nursemuslim.wordpress.com/page/3/ (diakses tanggal 1 November 2010)

digilib.unimus.ac.id/download.php?id=4475/ (diakses tanggal 1 November 2010) http://nchupy.wordpress.com/bimbingan-rohani-pada-pasien-salah-satu-wujud-asuhan-keperawatan-profesional/ (diakses tanggal 1 November 2010)

Advertisements
Categories: Uncategorized

Peran perawat dalam membimbing pasien beribadah

Sebelum mengetahui apa peran perawat dalam membimbing pasien beribadah, kita harus mengetahui definisi perawat itu sendiri. Perawat adalah seorang petugas kesehatan yang professional yang mempunyai tujuan merawat seseorang, menjaga keselamatan pasien, dan menyembuhkan orang sakit atau terluka baik akut maupun kronik. Peran perawat sendiri sangatlah banyak, yaitu membantu individu baik sakit maupun tidak dan memberikan pasien kekuatan dalam menjalani pengobatan maupun memberikan pasien kekuatan dalam menerima penyakit yang diderita si pasien. Bukan hanya itu saja, peran perawat yaitu memberikan kebutuhan kepada pasiennya jika mereka tidak mampu dalam memenuhi kebutuhannya. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sosial, spiritual dan mental.

  • Peran perawat dalam memenuhi kebutuhan Psiko

Kondisi lingkungan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan emosi pasien, baik lingkungan negative atau positif. Jika pasien berada di dalam lingkungan yang negative, kondisi lingkungan tersebut akan menyebabkan stress fisik dan mempengaruhi emosinya.

Peran perawat dalam kondisi ini yaitu berkomunikasi dengan pasien, memberikan arahan kepada keluarga tentang cara berkomunikasi yang baik kepada pasien. Perawat harus memberikan harapan yang tidak jauh dari kenyataannya dan perawat juga harus menasihati pasien sesuai dengan kondisi penyakit pasien tersebut.

  • Peran perawat dalam memenuhi kebutuhan sosio

Ada 3 peran perawat dalam memenuhi kebutuhan sosio, yaitu

1.       Mediator : Perawat sebagai penghubung, perantara, atau penengah antara pasien dengan pihak medis lainnya atau antara pasien dengan pihak lembaga kesehatan lainnya.

2.       Motivator : Perawat sebagai pendorong, pemberi motivasi, dan pemberi semangat dalam mnghadapi masalah yang dihadapi si pasien.

3.       Advocator :                Perawat sebagai pembela pasien bila terjadi masalah antara pasien dengan pihak medis.

4.       Asilitator : Perawat sebagai pemberi informasi bila ada suatu hal yang tidak dimengerti ataupun tidak diketahui.

  • Peran perawat dalam memenuhi kebutuhan spiritual

Spiritualitas merupakan sesuatu yang dipercayai oleh seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan yang menimbulkan suatu kebutuhan serta kecintaan terhadap adanya Tuhan, dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat. Peran perawat disini adalah untuk membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat harus bisa membimbing pasien dalam beribadah sesuai dengan kepercayaan si pasien. Bila perawat berbeda keyakinan dengan si pasien, perawat semampunya membimbing pasien dalam beribadah atau meminta bantuan perawat lain yang keyakinannya sama dengan si pasien.

Membimbing rohani terhadap pasien

Bimbingan rohani terhadap pasien berarti kita sebagai perawat menjadi pembimbing pasien beribadah. Dibawah ini bebrapa tugas seorang perawat dalam membimbing pasien beribadah :

1.               Pada awal pertemuan kita sebagai perawat membimbing berdoa pasien agar

penyakit yang diderita cepat sembuh.

Ini adalah salah satu do’a yang di baca :

 

اللھم لا سھل الا ما جعلتھ سھلا وانت تجعل الحزن سھلا اذا شئت

Artinya :
“Wahai Tuhanku, tidak ada yang mudah melainkan apa yang telah Engkau jadikannya mudah, Engkaulah yang dapat menjadikan belukar, tanah yang datar, apabila Engkau kehendaki.”

 

2.               Setelah itu perawat juga membimbing pasiennya beribadah ketika waktu sholat tiba. Pada saat adzan telah berkumandang, perawat memberitahu pasien kalau waktu sholat telah tiba. Setelah itu perawat bertanya kepada pasien apakah akan sholat atau tidak. Lalu perawat juga menanyakan apakan pasien perlu dibantu untuk berwudhu atau bisa melakukannya sendiri. Jika pasien mampu untuk berwudhu sendiri, perawat hanya mengingatkan waktu sholat telah tiba saja. Tetapi, jika pasien tidak mampu berwudhu sendiri, perawatpun membantunya berwudhu. Setelah pasien telah berwudhu, perawat bertanya kembali apakah pasien mau dibimbing sholat atau tidak.

 

Sholat bagi orang yang sakit sah- sah saja bila dilakukan dalam keadaan apapun. Itu semua tergantung dari kemampuan si pasien pada saat sakit. Kalau pasien tidak bisa sholat dengan keadaan berdiri, sholat bisa dilakukan saat keadaan duduk. Jika dudukpun tidak bisa, berbaring dengan miring ke kananpun boleh. Jika itupun tidak bisa, berbaring terlentangpun dibolehkan dengan arah kaki menghadap kiblat. Jika tidak mampu melakukan ruku dan sujud, pasien bisa melakukan ruku dan sujud dengan isyarat kepala dan mata. Jika tidak mampu mengisyaratkan dengan kepala dan mata, pasien bisa melakukannya dengan isyarat mata saja. Jika itupun tidak bisa, maka shalat dapat dilaksanakan dengan hati.

3.               Perawat  dan pasien membaca al-qur’an bersama-sama. Disini perawat juga membimbing pasien bila pasien kurang lancar dalam membaca al-qur’an. Selain membaca al-qur’an, perawat dan pasien membaca terjemahannya juga agar bisa memahami isi kandungan ayat yang sudah dibaca dan menyerap makna dari ayat-ayat yang dibacakan tersebut agar bisa di tanamkan dalm kehidupan sehari-hari.

4.               Berdzikir akan membuat perasaan tentram dan nyaman. Dzikir kepada Allah SWT. adalah obat hati kita bila dilakukan dengan ikhlas tanpa ada perasaan terpaksa. Berdzikir yang ikhlas akan mendatangkan rasa senang dan berpikir positif. Jadi, kita bisa menuntun pasien berdzikir agar hatinya tentram dan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

5.               Dengan mendengarkan kisah-kisah nabi, kita bisa mengetahui pengalaman-pengalaman yang telah dilalui nabi-nabi. Dengan mendengarkan kisah-kisah nabi, kita bisa mempelajari cara nabi dalam menghadapi masalah dengan cara yang baik.

6.       Sebelum pasien pulang, perawat membimbing pasien dan keluarga untuk berdoa kepada allah atas kesembuhannya. Ini dilakukan untuk meberikan ucapan syukur kepada Allah SWT. Karena telah memberikan kesembuhan kepadanya.

Ini adalah salah satu do’a yang dibaca :

 

اللھم اني اسالك فرجا قریبا وصبرا جمیلا ورزقا واسعا والعافیة من جمیع البلاء واسالك تمام العافیة واسالك دوام العافیة واسالك الشكر علي العافیة واسالك الغني عن الناس ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظیم

Artinya :

“Wahai Tuhanku, bahwasanya aku memohon kelapangan dalam waktu yang dekat, kesabaran yang sempurna, rizki yang luas, terhindar dari segala bala. Ya Allah aku memohon kepada Engkau untuk pandai mensyukuri nikmat sehat yang Engkau limpahkan. Ya Allah aku memohon kepada Engkau kecukupan dari manusia (tidak memerlukan kepada orang lain). Tak ada daya dan tak ada tenaga, kekuatan melainkan dengan Allah yang Mahatinggi lagi Mahabesar”

 

Categories: Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized